SAFETY RIDING:
SAFETY RIDING: Tanggungjawab versus MAUT ?
Beberapa hari yang lalu, saya dan keluarga JJS (jalan-jalan sore) dengan sepeda motor.
Perginya lewat jalan Khatib Sulaiman terus ke jalan Sudirman menuju Jembatan Siti Nurbaya, terus mutar ke Pantai Padang dan pulangnya lewat jalan Juanda. Permasalahan menarik untuk dibicarakan yang saya temui adalah disepanjang perjalanan tiada luput dari kemacetan….(jalanan pada macet..si komo lewat kali ye…he.he).
Kenapa jalanan macet…? ya .. karena begitu banyaknya mobil dan motor, apalagi motor yang begitu menjamur..mungkin bisa dikatakan pada satu keluarga sudah memiliki 2 atau lebih kendaraan roda dua ini.
Data lain juga ditemui di kampus kita. Sebagai contoh, coba lihat di parkiran fakultas ini. Sudah ditambah bangunan parkiran namun tetap tidak tertampung, sehingga tidak tertutup kemungkinan ada yang maksain masuk kendaraannya yang berakibat kendaraan lainnya tersenggol dan rusak, Ini adalah kenyataan. Kendaraan bak jamur tumbuh di musim hujan.
Kenapa menjamurnya kendaraan..? Apakah karena harga motor sudah sangat murah ..? ataukah orang-orang sudah pada kaya..? atau karena banyaknya jalur kredit via vendor finance, yang menawarkan uang muka kecil dan bermacam bonus-bonus menarik..? Siapa yang mesti disalahkan..? dan apakah perlu disalahkan…? atau adakah yang mau bertanggung jawab..?
Jawabannya mungkin karena saat sekarang sepeda motor menjadi pilihan paling praktis dan ekonomis sebagai alat transportasi, baik pribadi maupun keluarga. Kemampuan melalui jalan yang relatif kecil (selap selip) seakan membuat motor menjadi kendaraan ‘bebas macet’ dan efektif, sementara itu juga konsumsi BBM yang sangat irit membuat kendaraan ini sangatlah ekonomis.
Namun..permasalahannya bukan dari jawaban pertanyaan diatas..akan tetapi karena akibat yang di timbulkannya. Saat saya melintasi jalan Sudirman, pas di depan KOREM..darah mengalir lagi di atas kak As…pal akibat pengandara motor tersebut seenaknya nyalip menuju jalan Teduh (emangnye jalanan milik moyang lu…bro..). Dan saat saya menuju pulang, di Pasar Pagi seorang pengemudi ugal-ugalan tergeletak dengan darah di kepala juga membasahi kak As…pal.
Sangat disayangkan, ketika demikian mudahnya memperoleh sepeda motor, tetapi tidak dibarengi dengan kesadaran untuk belajar berkendara dengan baik dan aman, apalagi pengendara yang belum memiliki SIM (mana SIM anda ? Anda di tilang !!). Masih banyak kita lihat orang mengendarai motor dengan sekencang-kencangnya (seperti fenomena di atas), atau sangat lambat dan lain-lain yang membahayakan diri juga orang lain disekitarnya.
Menurut survey tim safety riding course, lebih dari 50% kecelakaan sepeda motor disebabkan oleh faktor manusia itu sendiri, selain faktor kendaraan dan lingkungan. Mungkin perlu juga Safety Riding di ISO kan, sehingga ada aturan yang mengikat dan mengkondisikan seseorang untuk sadar, peduli dan bertanggung terhadap keselamatan dan keamanan pribadi, orang lain dan termasuk kendaraan itu sendiri.
Menurut pengamatan saya ada beberapa klub motor yang peduli dengan keselamatan dan keamanan berkendara. Apakah itu klub motor sejenis maupun klub motor berbagai merek, yang penting adalah klub yang bisa membina anggotanya menjadi bikers yang baik dan tertib dengan melakukan acara khusus untuk melatih dan memberi pencerahan tentang keselamatan dan keamanan berkendara. Bahkan untuk menggelar acara tersebut dilibatkan juga beberapa vendor sebagai sponsor, yang artinya semua sepakat akan pentingnya keselamatan. klub motor
Safety Riding ! Sama halnya dengan istilah Safety Driving bagi pengguna mobil, istilah Safety Riding mengacu kepada perilaku berkendara yang secara ideal harus memiliki tingkat keamanan yang cukup bagi diri sendiri maupun orang lain.
Dalam pelatihan Safety Riding, disajikan dalam teori dan praktek. Umumnya dalam teori dijelaskan seputar keselamatan berkendara, pentingnya pemanasan tubuh saat hendak berkendara, kesiapan kendaraan, posisi berkendara yang ideal, dan lain-lain.
Kesiapan berkendara yang diperlukan untuk sepeda motor antara lain:
Sarung Tangan, sebaiknya memiliki lapisan yang dapat menutupi kedua belah tangan dan bahan yang dapat menyerap keringat serta tidak licin saat memegang grip/handle motor.
Selain sebagai pelindung tangan dan jari pada saat udara dingin dan hujan, Glove juga berfungsi sebagai peredam resiko pada saat terjadi kecelakaan. Sadar atau tidak biasanya pada saat terjadi kecelakaan, telapak tanganlah yang akan menyentuh aspal dan menahan tubuh kita pertama kali. Sama seperti pelindung tubuh lain, glove ini juga bisa dibuat dari berbagai macam bahan, warna dan bentuk yang menarik.
Sementara ini di pasaran, paling banyak tersedia adalah dari bahan kulit dan synthetic. Pilihlah yang berbahan kulit, karena bahan kulit tidak meneruskan sifat panas ke telapak tangan pada saat ada pergesekan dengan permukaan jalan. Bahan synthetic, selain tidak terlalu kuat, dia juga akan menimbulkan rasa panas pada kulit tangan kita.
Di Sarankan, pilihlah glove panjang dari bahan kulit yang mempunyai pelindung Serat Karbon dan Kevlar pada buku-buku jari.
Jaket, sebaiknya mampu melindungi seluruh bagian tubuh baik dari terpaan angin maupun efek negatif kala terjadi benturan baik kecil maupun besar.
Sekarang ini jacket hadir dalam berbagai macam bahan, warna dan model. Pilihlah jacket yang nyaman dan aman untuk keperluan anda. Tentunya pada perjalanan jauh, kita tidak mungkin membawa berbagai jacket dengan berbagai bahan. Pilihlah yang menyerap keringat dan tidak tembus angin. Sebaiknya gunakan jenis dari bahan Gore-Tex atau Cordura yang tahan gesekan dan air yang dilapisi dengan bahan katun di sisi dalamnya. Pemasangan protector pada pundak, punggung, siku dan sepanjang tulang tangan sangatlah baik untuk meredam benturan yang terjadi pada saat kecelakaan
Helm (minimal Half Face), sebaiknya mampu memberikan proteksi lebih kepada kepala, poin inilah yang selalu dilewatkan oleh tipikal bikers pengguna helm ‘catok’ dan sejenisnya.
Ada berbagai macam dan jenis helm yang tersedia di pasaran, dari yang mulai paling murah sampai yang paling mahal. Sebenarnya dalam memilih sebuah safety helmet, kita hanya memerlukan 2 kriteria saja, yaitu : nyaman dan aman. Nyaman pada saat kita kenakan dan aman dengan memilih helmet yang sudah bertanda “DOT” pada (biasanya) bagian dalamnya.
Sepatu, haruslah mampu memberikan kenyamanan serta keamanan bagi seluruh lapisan kaki.
Pilihan sepatu yang benar untuk berkendara motor tidak hanya nyaman dipakai, tapi yang paling penting adalah lunaknya bagian sendi engkel bagian depan. Hal ini dimaksudkan pada saat anda melakukan “panic break” (pengereman mendadak), kaki anda akan langsung menyalurkan tenaga ke tuas rem secara baik dan tidak tertahan di keras nya sepatu.
Klasifikasi yang memenuhi syarat nyaman dan aman untuk sepatu adalah :
Sepatu haruslah mempunyai tinggi melewati mata kaki dan berpelindung tepat pada mata kaki
Diusahakan tidak bertali
Nyaman dipakai
Terbuat dari bahan alami (kulit)
Sol yang terbuat dari bahan karet, agar tidak licin
Mempunyai pelindung di ujung jari kaki
Mempunyai angka ukuran yang 1 tabel lebih tinggi dari ukuran kaki kita
Biasanya kita akan mengalami pembengkakan pada kaki pada saat kita melakukan perjalanan jauh.
Mempunyai sirkulasi udara yang baik dan mempunyai lapisan lembut disisi dalamnya.
Kelengkapan di atas telah saya buktikan membawa kesalamatan (yang jelas; Tuhan masih melindungi ya) sewaktu kecelakaan di Talago Sukarami jalan raya Padang-Solok saat kondisi jalan licin/hujan sewaktu mudik.
Berikut beberapa tips yang yang secara umum biasanya untuk pelatihan praktek Safety Riding menjadi materi utama diajarkan:
Teknik pengereman dengan hanya mengandalkan rem depan, rem belakang, dan kombinasi keduanya. Teknik ini untuk membiasakan bikers untuk membedakan fungsi dua sisi rem saat hendak berhenti ber-akselerasi.
Teknik “slalom” dengan cone di lintasan. Teknik ini untuk melihat kemampuan peserta menikung dengan cepat dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya
Teknik berjalan di lintasan ala “bumpy-road”, teknik ini untuk membiasakan bikers untuk memberi kenyamanan saat jalan tidak mulus atau bergelombang.
Teknik berkendara di lintasan lurus dan sempit berupa bilah dengan asumsi kendaraan berjalan di jalan kecil dan diliputi kemacetan. Teknik ini untuk membiasakan diri bagi bikers untuk tetap dapat melakukan handling tanpa menurunkan kaki dalam kecepatan rendah.
Perangkat keamanan semacam decker lutut dan siku plus helm menjadi wajib untuk peserta pelatihan Safety Riding. Dari materi-materi seperti inilah diharapkan muncul kesadaran dari para pengendara untuk membiasakan diri sendiri memberi upaya keselamatan berkendara. Gampang-gampang susah, itu ternyata pendapat yang muncul di benak peserta setelah semua sesi praktek dilapangan dilakukan.
Dari sekian banyak poin yang dipelajari peserta semua memiliki arti masing-masing dengan kesimpulan bahwa keselamatan berkendara amatlah dibutuhkan untuk mengurangi angka kecelakaan dijalan. Ya ! Semua dimulai dari diri sendiri, alangkah baiknya jika hasil kursus singkat ini dapat dibagi dengan rekan-rekan lain sesama pengendara.
Buktikan bahwa kita mampu berkendara dengan baik, tidak sembrono, tidak ugal-ugalan, patuh lalu-lintas, dan menghormati sesama pengguna jalan serta memberi contoh positif kepada sesama pengguna jalan. Kalau hal ini terabaikan oleh kita konsekuensinya adalah Maut, dan atau kita harus bertanggungjawab terhadap orang lain akibat tindakan kita tidak berkendara dengan baik.
Pesan khusus diamanahkan via tulisan ini oleh para staf kita kepada petinggi FT. Tentang parkiran di fakultas ini supaya disediakan atau dikondisikan khusus untuk parkiran staf dan karyawan, dengan berbagai pertimbangan dan alasan.
The End